Merokok

View previous topic View next topic Go down

Merokok

Post by iman si ketua KANOPI on Tue Jul 29, 2008 3:44 pm

Sekali lagi Tentang Bahaya Merokok
Jika diperhatikan sekeliling kita, maka rata – rata pria dewasa memegang rokok di tangan kanan nya. Orang – orang itu dengan seenaknya menghisap dan menghembuskan asap rokoknya tanpa mempedulikan bahwa di ruang publik pun ada hak bagi orang – orang untuk menikmati udara segar tanpa asap rokok
Dari data pun kita seharusnya mulai waspada karena dari penelitian yang dilakukan oleh Komnas anak, prevalensi anak yang merokok semakin meningkat. Dari 70 juta anak Indonesia, 37% atau 25,9% adalah perokok aktif. Hal ini berarti semakin banyak saja anak – anak yang menghisap rokok pada usia kanak- kanak. Hal ini sangat disayangkan karena seharusnya di masa kanak-kanak tersebut zat yang masuk ke dalam tubuh adalah nutrisi yang bergizi sehingga bisa menjadi generasi yang sehat di kemudian hari, bukan asap rokok yang memenuhi paru-paru. Efek jangka panjangnya adalah saat anak tersebut beranjak dewasa. Di usia dewasa dan produktif, mereka diharapkan memiliki produktivitas yang tinggi, namun sayangnya karena kurang nutrisi dan lebih banyak terpapar asap rokok mengakibatkan daya tangkap dan produktivitasnya menjadi kurang. Akibatnya generasi muda kita menjadi tidak kompetitif, padahal di era mendatang dimana era globalisasi dan era keterbukaan, maka generasi muda akan menghadapi persaingan dari seluruh penjuru dunia. Jika tidak bisa bersaing bukan tidak mungkin generasi muda kita menjadi kuli di wilayah sendiri.
Selain berbahaya kepada kesehatan secara nyata, merokok pada anak-anak juga bisa menjadi pintu masuk menuju penggunaan narkoba. Orang yang merokok sejak anak-anak menjadi 8 kali lebih memungkinkan menggunakan morfin, 22 kali kokain serta 44 kali mariyuana. Hal ini sama saja dengan mendorong anak menjadi pemakai narkoba di masa mendatang.
Alasan klasik yang diucapkan oleh negara adalah cukai dari rokok menyumbang pendapatan negara lumayan besar. Pada tahun 2005 saja pendapatan dari cukai rokok adalah Rp 32,6 Triliun, namun apakah pemerintah sudah menghitung biaya yang timbul di masa 10-20 tahun mendatang karena rokok merupakan penyebab kematian terbesar, yang sebenarnya bisa dicegah? Tentunya sebelum ajal menjemput, orang tersebut lebih berisiko sakit dan butuh perawatan sehingga di masa terebut menjadi tidak produktif. Bayangkan jika semakin banyak kalangan muda yang menjadi perokok, maka di masa 10 hingga 20 tahun mendatang kita akan kehilangan berupa GDP potensial karena kurang produktifnya generasi kita. . Belum lagi dampak bagi perokok pasif.
Merokok juga menyebabkan lingkaran kemiskinan. Elastisitas cukai terhadap konsumsi adalah inelastic, yaitu kenaikan cukai sebesar 7% hanya menurunkan konsumsi sebesar 3,62% . Karena sifatnya yang inelastis maka kenaikan/penurunan pendapatan tidak akan mempengaruhi tingkat konsumsi rokok. Menurut penelitian jumlah perokok di pedesaan lebih banyak daripada di perkotaan, dan 4 dari 10 anak balita di Kabupaten Indonesia kekurangan gizi karena pengeluaran untuk rokok lebih besar daripada pengeluaran untuk membeli makanan bergizi dan untuk komponen pendidikan serta kesehatan .
Apalagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM sebesar hampir 30%. Kebijakan ini mau tidak akan memukul daya beli masyarakat khususnya masyarakat golongan ekonomi lemah. Melihat data penelitian susenas, orang yang tinggal di pedesaan lebih terkena dampaknya daripada yang tinggal di perkotaan, salah satu sebabnya adalah marginal propensity to consume masyarakat pedesaan lebih tinggi daripada di perkotaan.
Terkait masalah inelastisnya, maka saya khawatir jika cukai rokok terus dinaikkan maka komposisi untuk biaya rokok akan semakin membesar dan konsumsi untuk komponen lain justru yang disesuaikan(mengalami penurunan). Ditambah lagi karena ke inelastisannya itu, beban kenaikan cukai akan ditanggung oleh produsen rokok daripada konsumen sehingga maksud kenaikan cukai untuk mengurangi konsumsi tidak akan mencapai maksudnya.
Maka menurut saya, kebijakan menaikkan cukai rokok tidaklah cukup. Butuh kebijakan lain yang komprehensif untuk menanggulangi dampak rokok pada masyarakat. Mungkin kita bisa mencontoh kebijakan negara Singapura yang menerapkan larangan merokok pada ruang public serta mesin penjual rokok dinyatakan ilegal dan melarang perusahaan rokok menjadi sponsor even publik (Oskamp & Schultz, 1998).
Kemauan politik yang kuat dari pemerintah juga diperlukan, karena Indonesia adalah satu – satunya negara di Asia yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Dimana substansi utama dari FCTC adalah enam pokok pikiran pengendalian dampak tembakau di seluruh dunia. Sejak dulu pemerintah selalu melihat pengendalian tembakau bukanlah prioritas dibandingkan program kesehatan dan sosial lainnya. ”Pemerintah selalu melihat segala sesuatunya dalam jangka pendek. Padahal rokok seperti bom waktu yang efeknya baru terasa 10 -20 tahun mendatang”. Terkait hal ini saya melihat bahwa pemerintah selalu mangatasi permasalahan seperti memadamkan api dimana saat masalah tersebut sudah menjadi besar baru dicarikan solusi, yang terkadang sudah terlambat. Maka, alangkah bijaksananya jika pemerintah membuat regulasi yang mengatur hal tersebut sebelum terlambat. Ingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.
Hal ini haruslah serius dilakukan karena jika melihat komposisi pejabat yang terkait di bidang tersebut, maka jumlah pejabat laki-laki mendominasi. Karena jumlah laki – laki perokok lebih banyak maka wajar saja apabila para pejabat tersebut akan melindungi kepentingannya. Namun hal tersebut bukan mustahil dilakukan apabila kuatnya desakan dari kalangan penentang rokok.
Kampanye moral juga dibutuhkan. Di masa sekarang jumlah perokok semakin meningkat akibat iklan dari rokok,ironisnya, iklan tersebut menggambarkan citra macho, pemandangan alam yang indah dan bahkan kesan yang sportif dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Maka kampanye moral itu bertujuan untuk membuat opini masyarakat bahwa merokok itu bukanlah hal yang cool dan oke. Ingat bahwa kita sebagai perokok pasif juga memiliki hak atas udara yang bersih dan bebas dari polusi rokok.

iman si ketua KANOPI

Number of posts : 22
Registration date : 2008-06-13

View user profile

Back to top Go down

Pilihan Sulit

Post by Wirapati on Tue Jul 29, 2008 8:00 pm

Gw bukan perokok dan bukan penikmat rokok. Tapi, gw sangat tahu bahwa rokok itu cenderung inelastis untuk para perokok. Menurut gw, meningkatkan cukai rokok gak bakal cukup karena toh tingkat inelastisitasnya membuat masyarakat malah semakin mengkonsumsi lebih (dalam bentuk rupiah). Sehingga, rokok yang notabenenya sebetulnya adalah salah satu bentuk konsumsi masyarakat, malah membuat masyarakat membuang lebih banyak uang dengan cukai rokok.

Kemudian, ada sebuah pilihan yang menurut gw cukup sulit bagi pemerintah. Pajak rokok yang cenderung besar itu adalah salah satu pemasukan pemerintah yang cukup besar. Sehingga, sebenarnya pemerintah juga membutuhkan pemasukan yang cukup tinggi tersebut. Mungkin hal itulah yang membuat pemerintah kita tidak seberani pemerintah luar negeri dalam mengatasi masalah rokok.

Menurut gw, keputusan untuk membuat larangan merokok di tempat publik itu cukup bagus. Tapi cenderung costly. Hanya saja, dia cukup efektif dalam mengurangi efek rokok berupa kesehatan yang menyebar ke non-perokok.

Penyelesaian untuk ini cukup sulit dan gw masih belom kepikiran solusinya. Menetapkan Tobacco Control mungkin cukup baik. Tapi, kita masih harus banyak meneliti tentang Cost and Benefitnya.
avatar
Wirapati

Male
Number of posts : 75
Age : 28
Divisi : Dana The Boyzone
Angkatan : 2006
Shoutout : I believe in a mysterious equation of love, where any logical reason can be found..
Registration date : 2008-07-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Merokok

Post by anak kecil on Mon Aug 11, 2008 2:04 am

emang sepintas terlihat bahwa merokok serba salah..

tapi perlu ditanamkan di sini juga, bahwa banyak jutaan orang penghasilannya bergantung pada rokok: hal ini adalah sebuah pleidoi umum dari para perokok, yg memang benar..

seandainya memang produksi rokok berusaha ditekan..
gimana nasib buruh2 yang melinting rokok??
pedagang asongan yang jualan rokok??
trus buruh korek api?

rokok juga melibatkan pada tembakau..
petani tembakau gmana?
seandainya pajak dinaikkan..
pajak rokok yang naik, yang membuat harga naik, jangna dipandang dari segi penjual..
kenaikan pajak, akan membuat harga dari perusahaan naik..

otomatis para penjual rokok itu juga menaikkan harga..
semua akan baik2 jika rokok yg terjual itu banyak.
jka ternyata yg terjual sedikit, karena naiknya harga..
kembali ke nasib mereka mau diapakan..

lalu kaitannya ke buruh pabrik..
bisa jadi ada PHK, untuk mengantisipasi masalah biaya yang dikeluarkan yang makin tinggi..
ini mau diapakan???


harus diakui memang rokok sebisa mungkin kita hentikan..
terutama dari generasi muda..
namun, cara menghentikan g harus dengan cara2 ekonomi yang mematikan orang lain..

biarlah yang doyan merokok itu tetep konsumtif..
yang patut kita lakukan adalah mengurangui jumlah poerokok dengan adanya seminar kesehatan, atau hypno terapi..

dan yang paling utama..
mencegah jangan sampai anak2 kecil ikut merokok..
butuh pendidikan yg kuat dan sistem lingkungan yg mendukung..

rokok sekali lagi adalah hal yang komples dan g bsa dputuskan begitu saja
avatar
anak kecil

Male
Number of posts : 12
Age : 26
Angkatan : 2007
Registration date : 2008-08-11

View user profile

Back to top Go down

Re: Merokok

Post by Wirapati on Mon Aug 11, 2008 2:49 pm

@anak kecil:
Sepakat banget ttg itu. Itulah knapa maslaah rokok ini gak bisa dengan mudah diselesaikan seperti proposal beberapa orang yang menginginkan cukai rokok dinaikkan hingga 52%.

Menurut gw, dibandingkan mengurangi jumlah rokok yang ada di Indonesia secara drastis, lebih baik kita berusaha mengurangi dampaknya terlebih dahulu, seperti dengan menetapkan larangan merokok di tempat publik, dll. Sembari mengurangi dampaknya, sedikit demi sedikit, Indonesia memperkuat jaringan ekspor tembakauya. Sehingga, pada saatnya nanti ditetapkan sebuah kebijakan untuk meningkatkan cukai dan lainnya, produsen tembakau tidak perlu khawatir karena kita memiliki jaringan ekspor yang kuat. Pada dasarnya tembakau Indoneia diakui oleh masyarakat dunia. Jadi, hanya tinggal masalah jaringan saja.

Kita memang harus menemukan win-win solution untuk hal ini. Negara seperti SIngapuram tidak memiliki petani dan produsen tembakau untuk dilindungi. Karena itulah, permasalahan di negara kita lebih kompleks dibandingkan negara maju lainnya. Tidak bisa dibandingkan.

PS: Btw, Anak Kecil itu aslinya siapa? Bisa dijawab?
avatar
Wirapati

Male
Number of posts : 75
Age : 28
Divisi : Dana The Boyzone
Angkatan : 2006
Shoutout : I believe in a mysterious equation of love, where any logical reason can be found..
Registration date : 2008-07-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Merokok

Post by anak kecil on Mon Aug 11, 2008 6:14 pm

lebih baik kita berusaha mengurangi dampaknya terlebih dahulu, seperti dengan menetapkan larangan merokok di tempat publik, dll.
setuju..
kayak yg diterapin d jkt kemarin..
tp klo bs smoking areanya dibikin senyaman mungkin..biar bener2 ga merokok di tempat2 publik
ato kalo ga misalnya bikin tempat khusus smoker..misalnya cafe khusus smoker..ato game center khusus smoker..walopun mungkin costnya lebih gede, dan mereka makin bnyak, tp seenggak2nya mereka terkonsentrasi..
Sembari mengurangi dampaknya, sedikit demi sedikit, Indonesia memperkuat jaringan ekspor tembakauya.
bener banget..btw gimana nasib agen indonesia di jerman?
Pada dasarnya tembakau Indoneia diakui oleh masyarakat dunia
bener bgt..soalnya kalo g gt ga bakal ad penjajah..
pasar yg baik lo..sampe philip moris beli sampoerna..
sayangnya hal ini g ditangkep ama pasar..dan mereka ga bisa baca selera orang luar..karna, menurut gw rokok orang luar rasanya beda ama rokok indonesia..
PS: Btw, Anak Kecil itu aslinya siapa? Bisa dijawab?
bisa2..ini gw, alamsyah, ie 2007..
sori2 g nyantumin..boleh kan bukan pengurus kanopi aktif?
avatar
anak kecil

Male
Number of posts : 12
Age : 26
Angkatan : 2007
Registration date : 2008-08-11

View user profile

Back to top Go down

Re: Merokok

Post by wisnu PIN on Mon Aug 11, 2008 6:38 pm

gpp,ini forum umum kok
anyway,thx ud ngasi komen2 di forum ekonomi
tetap berdayakan forum ini krn sesungguhny inilah core competence dr forum kanopi dan kanopiny sendiri! Exclamation
avatar
wisnu PIN
Admin

Male
Number of posts : 141
Age : 28
Divisi : PINerz!!
Angkatan : 2007
Shoutout : me is myself, the world is revolving around me!!
Registration date : 2008-06-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Merokok

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum